Apa Itu Fenomena Segitiga Bermuda

Apa Itu Fenomena Segitiga Bermuda

Nama ini pertama kali digunakan oleh penulis dari Amerika, Vincent Gaddis, di majalah Argosy untuk menggambarkan sebuah kawasan di Lautan Atlantik, di lepas pantai Florida, yang berbentuk segitiga.

Apa Itu Fenomena Segitiga Bermuda

Fenomena Segitiga Bermuda dianggap sebagai wilayah penuh misteri. Ia menjadi legenda karena banyaknya kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang misterius di sana.

5 Fakta Menarik Fenomena Segitiga Bermuda

Fakta Menarik Fenomena Segitiga Bermuda

  • Lokasi Segitiga Bermuda

Fakta pertama adalah dimana letak Segitiga Bermuda adalah area perairan yang berada di antara Bermuda, Puerto Riko dan Florida, Amerika Serikat. Namun belum ada informasi yang jelas tentang batas-batas Segitiga Bermuda, baik di peta maupun di dunia nyata.

  • Luasnya Tidak Diketahui

Bukan cuma letak lokasi nya yang tidak jelas, ternyata luas dari Segitiga Bermuda juga sulit diukur. Ada yang menyebut Segitiga Bermuda memiliki luas sekitar 500 ribu kilometer persegi.

  • Killer Clouds

Selama ini banyak orang yang menganggap hilangnya pesawat terbang & kapal di daerah Segitiga Bermuda sebagai sebuah misteri. Namun ternyata Killer clouds (awan-awan pembunuh) adalah faktor utama yang dipercaya oleh kebanyakan ilmuwan. Mengenai penyebab tenggelamnya atau hancurnya banyak kapal serta pesawat di daerah Segitiga Bermuda.

  • Sejarah Nama Segitiga Bermuda

Walau Gaddis merupakan orang pertama yang menggunakan istilah Segitiga Bermuda, sosok yang berperan membuat perairan misterius ini menjadi populer adalah Charles Berlitz.

Dalam bukunya yang berjudul “The Bermuda Triangle” yang dirilis pada tahun 1974, Berlitz mengemukakan teori bahwa dunia bawah laut Atlantis itu ada dan berkaitan dengan Segitiga Bermuda.

  • Gelombang Tinggi

Menurut kebanyakan penjelasan banyak ahli kalau Segitiga Bermuda merupakan wilayah di mana badai dari berbagai arah dapat bertemu.

Badai tersebut dapat membuat gelombang laut bisa mencapai ketinggian hingga 100 kaki atau 30,5 meter. Sehingga gelombang ini cukup kuat untuk mengganggu perjalanan kapal dan pesawat.

Tidak hanya itu, pesawat yang sedang diterbangkan juga diketahui akan tenggelam dalam waktu setidaknya 45 detik jika mereka mendarat di air. Kekuatan dari gelombang ini begitu kuat, tidak seperti gelombang pada umumnya.